| 0 komentar ]

Sebelumnya saya mohon maaf karena sudah lama sekali tidak mengurusi blog saya ini, banyak hal yang bisa dijadikan alasan, namun yang pasti blog ini tidak terurus hehehe.. Mudah-mudahan postingan kali ini langkah awal saya untuk bisa bersemangat lagi mengurusi blog ini.

Rekan bloggers, jika kita menyimak berita akhir-akhir ini baik di televisi, surat kabar, radio, dan media online kita sering disuguhkan dengan berita kebakaran, mulai dari Jakarta, Samarinda, Medan dan beberapa kota lainnya. Berkaitan dengan hal itu saya mencoba untuk sharing tentang bagai mana menanggulangi kebakaran pada kondisi yang masih mungkin kita control (masih kecil). Seperti pepatah orang tua-tua "Api, kecil jadi kawan, besar jadi lawan", oleh karena itu jika kebakaran sudah membesar, penanggulangannya pasti semakin sulit dan membutuhkan resources yang lebih besar serta dampak yang ditimbulkanpun semakin dahsyat.


Pada postingan sebelumnya saya sudah mencoba mengenalkan secara umum bagaimana mengidentifikasi bahaya kebakaran, ini penting untuk langkah pencegahan terjadinya kebakaran. Karena bagaimanapun juga mencegah pasti jauh lebih baik daripada menanggulangi. Namun bagaimana atau apa tindakan yang harus dilakukan jika kebakaran terjadi di lingkungan kita juga tidak kalah pentingnya. Nah, kali ini saya mencoba untuk menyajikan tindakan penanggulangan terhadap kebakaran jika terjadi baik di rumah, di tempat kerja dan lainnya.

Sebelum kita lanjutkan ada baiknya kita coba fahami konsep tentang kejadian (tragedi, insiden, kecelakaan, kebakaran atau apapun yang sifatnya terjadi dan merugikan kita). Agar lebih mudah mari kita lihat konsep Dasi Kupu-kupu (Bow Tie Concept) seperti berikut :




Konsep di atas sangat membantu kita dalam memahami sebuah kejadian. Secara umum dapat dikatakan bahwa titik yang berada di tengah adalah kejadian (undesirable event), yang di sisi kirinya adalah hazard atau potensi penyebab dan yang di sisi kanan merupakan consequences (dampak, akibat).

Umumnya pemicu sebuah kejadian (kebakaran) adalah satu penyebab, namun demikian penyebab yang mungkin memicu kejadian jumlah banyak sekali , untuk itu kita perlu melakukan identifikasi terhadap penyebab-penyebab tersebut, sehingga kita bisa melakukan langkah pencegahan yang tepat (memasang barriers) guna menghindari terjadinya Undesirable event. Lihat postingan sebelumnya untuk masalah ini.

Jika kita lihat sisi kanan diagram di atas, dampak dari sebuah kejadian makin lama semakin meluas. Artinya jika kita tidak bisa menanggulangi dampak dari sebuah kejadian sedini mungkin maka dampaknya akan tereskalasi menjadi tak terhingga. Oleh karena itu perlu dipasang barriers untuk menanggulangi secara dini suatu kejadian dalam hal ini kita akan focus pada kebakaran. Sebagai contoh barrier yang dipasang untuk menanggulangi secara dini sebuah kebakaran adalah detectors (smoke, fire) yang biasanya dilengkapi dengan water sprinkler atau water sprayer (penyembur air otomatis), tersedianya Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pasir dan lainnya. Contoh-contoh ini biasanya diaplikasikan pada gedung-gedung yang besar seperti Hotel, Perkantoran, Mall, Industri dan lainnya. Bagai mana dengan rumah kita? Sebagaimana diketahui memasang proteksi seperti contoh di atas membutuhkan biaya yang sangat besar dan mungkin kita tidak mampu memasangnya.

Kalau demikian adanya berarti kita tidak bisa menanggulangi kebakaran secara dini? Tentu saja tidak, banyak sekali metode yang bisa dilakukan untuk menanggulangi kebakaran secara dini sebelum kejadiannya meluas, mari kita lihat secara lebih dalam. Pertama kita perlu menyediakan alat proteksi sederhana di rumah kita seperti :

  1. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) wajib ada dan ditempatkan pada posisi yang mudah terjangkau. Saat ini APAR banyak tersedia di pasaran. Memahami dengan pasti cara penggunaannya juga tidak kalah pentingnya, untuk itu cara penggunaan APAR bisa ditempelkan di dekat alat tersebut dan yakini bahwa setiap anggota keluarga bisa menggunakan alat tersebut.

  2. Bak Air yang diyakini selalu terisi penuh atau lebih baik jika ada sumur (sumber air), jangan mengandalkan adanya pompa air di rumah sehingga kita tidak memerlukan bak air lagi. Karena umumnya listrik akan kita matikan atau mati dengan sendirinya pada saat terjadi kebakaran, sehingga tidak ada power untuk menjalankan pompa air. Sekali lagi bak air tersedia dan terisi penuh.

  3. Karung Goni (biasanya saat ini sulit diperoleh karena sudah terkonversi menjadi karung plastic) sebaiknya tersedia dan diposisikan pada tempat yang mudah dijangkau dan sedekat mungkin dengan bak air. Jika tidak ada maka alternative lain adalah selimut atau bed cover bekas jangan buru-buru dibuang atau diloakkan .. hehehe .. karpet juga bisa digunakan sebagai alternative. Benda-benda ini berfungsi untuk memutuskan segitiga api dengan cara menutup media yang terbakar sehingga tidak berhubungan dengan udara.

  4. Anjuran menyediakan atau menyisakan sedikit lahan untuk penyerapan air tanah sebaiknya dilakukan, jangan menggunakan seluruh lahan anda untuk bangunan rumah kita. Karena selain berfungsi untuk taman dan penyerapan air,juga kita bisa menempatkan pasir di sisa lahan tersebut yang sangat bermanfaat untuk membantu kita dalam menanggulangi kebakaran di rumah kita terutama kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Atau jika lahan itu tidak tersedia anda bisa menyiapkan drum bekas untuk menampung pasir bakaran tersebut.

  5. Flash light atau senter ini untuk memudahkan kita berjalan atau berlari pada saat gelap.

  6. Masker untuk asap

  7. Silakan ditambahkan jika anda melihat masih ada fasilitas atau peralatan lain yang bisa membantu anda untuk menanggulangi secapat mungkin jika terjadi kebakaran di rumah.


Mengingat dampak dari suatu kejadian sangat erat kaitannya dengan fungsi waktu, artinya semakin cepat kita menyadari adanya kejadian kebakaran maka penanggulangannya akan semakin mudah, makai upayakan untuk mengetahui secepat mungkin atau mengetahui sekecil apapun kebakaran yang terjadi. Ini bisa dilakukan dengan melatih kepekaan kita terhadap suatu perubahan kecil, seperti bau asing, perubahan temperature, asap dan lainnya.
Memasang smoke atau heat detector merupakan pilihan yang baik, namun sekali lagi bianyanya mahal.

Kali ini cukup dulu, postingan selanjutnya saya akan mencoba untuk menyampaikan barriers apalagi yang bisa kita pasang di rumah kita, untuk memperkecil kemungkinan meluasnya kejadian kebakaran selain barriers yang sudah disampaikan di atas. Juga saya akan coba untuk menyampaikan cara atau metode penanggulangan kebakaran kecil.

0 komentar

Posting Komentar