<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713</id><updated>2011-12-07T09:43:58.494+07:00</updated><category term='Safety'/><category term='Electrical'/><category term='Environment'/><category term='Kesehatan'/><category term='Safety Helmet'/><category term='APAR'/><category term='Medicine'/><category term='Hazard Assessment'/><category term='Confined Space'/><category term='Ear Protection'/><category term='Rokok'/><category term='Kebakaran'/><category term='Management Keselamatan Kerja'/><category term='Insomnia'/><category term='Alat Pelindung Diri'/><category term='Health'/><category term='Kebakaran dan Peledakan'/><category term='Mitigasi'/><category term='Safety Awareness'/><title type='text'>Fansanova Health Safety Environment</title><subtitle type='html'>Health Safety and Environmental atau dikenal juga dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lindungan Lingkungan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-6514375819211170179</id><published>2011-10-10T11:34:00.005+07:00</published><updated>2011-10-10T14:43:46.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Confined Space'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety'/><title type='text'>Confined Space; Pekerja yang Terlibat dan Identifikasi Confined Space</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada postingan sebelumnya tentang &lt;a href="http://fansanova-health.blogspot.com/2011/10/confined-space.html"&gt;Confined Space&lt;/a&gt; sudah dipaparkan tentang apa itu confined space, dasar hukum yang berhubungan dengan confined space  dan lainnya. Kali ini saya akan coba tampilkan beberapa hal yaitu: Orang-orang yang terlibat, Identifikasi Confined Space&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa saja pekerja atau petugas yagn terlibat dalam aktifitas di ruang terbatas  ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Kep Dirjen Binwasnaker No. 113/DJPPK/IX/2006, pekerja yang terlibat dalam pekerjaan di ruang terbatas adalah :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Petugas Utama/Entrant adalah orang yang masuk dan melakukan pekerjaan didalam ruang terbatas;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Petugas Madya atau Pendamping/Attendant adalah pekerja yang berjaga di luar satu atau lebih ruang terbatas yang membutuhkan ijin khusus, yang bertugas mengawasi petugas utama, dan melakukan seluruh tugas petugas madya sesuai dengan program pengawasan ruang terbatas.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahli K3/Safety representatives adalah orang (seperti pengurus, pengawas pekerja atau supervisor) yang bertanggung jawab untuk menentukan apakah terdapat kondisi yang masih diperbolehkan untuk melakukan kegiatan dalam ruang terbatas tersebut sesuai dengan rencana kerja yang telah dibuat, untuk mengesahkan dan mengawasi proses tersebut dan untuk menghentikan. (termasuk mengevaluasi bahaya-bahaya, menetapkan tanda atau peringatan)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ahli K3 juga dapat bertugas sebagai petugas madya atau sebagai petugas utama yang berwenang, selama individu tersebut mendapat pelatihan dan terampil menggunakan peralatan kerja yang sesuai. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masing masing perusahaan mempunyai bentuk organisasi tersendiri menyangkut tentang keselamatan kerja. Oleh karena itu penerapan Kep Dirjen Binwasnaker No. 113/DJPPK/IX/2006 juga harus disesuaikan dengan organisasi di tempat masing-masing. Terutama untuk ahli K3, ada perusahaan yang menugaskan bagian HSE untuk menjadi Ahli K3 (mulai dari mengevaluasi, upaya untuk memenuhi persyaratan umum maupun khusus danlainnya), ada juga yang memisahkan antara yang bersifat regulasi dan operasional, yang sifatnya regulasi diserahkan kepada bagian HSE sedangkan yang sifatnya persiapan lapangan, mengkondisikan confined space aman untuk dimasuki dan lainnya diserahkan kepada bagian atau fungsi yang mengurusi operasional peralatan tersebut. Jadi, cocokkan kondisi  di tempat kerja anda  dengan aturan yang ada sehingga setiap fungsi atau petugas yang dimaksud dalam pedoman tersebut tersedia di tempat kerja kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Identifikasi Confined Space&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum memasuki ruang terbatas dan melakukan aktifitas di dalamnya, perlu dilakukan identifikasi terhadap confined space yang akan dimasuki.  Mengidentifikasi Confined Space bertujuan untuk  mengenali secara pasti kondisi fisik dan kimiawi yang terdapat didalam ruangan terbatas. Hasil identifikasi  akan memudahkan orang yang terlibat dalam pekerjaan tersebut menentukan prosedur pelaksanaan pekerjaan, perijinan, alat pelindung diri yang digunakan, ijin kerja lain yang dibutuhkan, prosedur evakuasi dan syarat-syarat lainnya yang diperlukan untuk menjamin perkerjaan dapat terlaksana dengan baik dan semua pekerja terlindungi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun data-data yang penting diketahui dengan pasti adalah seperti berikut :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data-data yang berhubungan dengan fisik confined space tersebut seperti ukuran, kontruksi, lay out, dan lainnya (bisa diperoleh dari gambar kontruksi)&lt;/div&gt;Temperatur ruang&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;Terdapat gas atau potensi gas yang berbahaya&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kandungan oksigen ruang terbatas tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kandungan atau bahan yang berpotensi menutupi jalan keluar atau berpotensi terjebak&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahan atau material yang terdapat di dalam ruang terbatas (misalnya karat, minyak, lumpur dll)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahan lain yang berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan kerja.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendapatkan data-data fisik dan kontruksi confined space kita bisa menggunakan referensi yang terbaru dari peralatan tersebut,  seperti data design , gambar kontruksi revisi terakhir danlainnya. Sedangkan untuk kandungan kimiawi seperti kandungan gas dan lainnya harus dilakukan pengukuran atau analisa laboratorium yang akurat.  Selain itu, jika anda bertugas mendisain  sebuah peralatan yang termasuk kategori confined space yang memerlukan izin, harus diperhatikan bahwa harus tersedia space yang cukup untuk orang masuk dan keluar baik untuk keadaan normal maupun untuk keadaan darurat, cukup ruangan untuk bekerja dengan leluasa.&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung . . &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-6514375819211170179?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/6514375819211170179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=6514375819211170179' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/6514375819211170179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/6514375819211170179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2011/10/confined-space-pekerja-yang-terlibat.html' title='Confined Space; Pekerja yang Terlibat dan Identifikasi Confined Space'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-3471650659193258959</id><published>2011-10-07T14:20:00.008+07:00</published><updated>2011-10-10T11:06:51.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Confined Space'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety'/><title type='text'>Confined Space</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--dchD1AWVHs/To6tE6-_qGI/AAAAAAAAADg/jtpLiWCs28U/s1600/Confined%2BSpace%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--dchD1AWVHs/To6tE6-_qGI/AAAAAAAAADg/jtpLiWCs28U/s320/Confined%2BSpace%2B1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660652081715849314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Confined Space&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ruang terbatas&lt;/span&gt; adalah setiap ruang  yang telah terbatas atau dibatasi cara masuk atau keluar, cukup besar bagi seseorang untuk masuk untuk melakukan tugas, dan tidak dirancang atau dikonfigurasi untuk hunian atau ditempati,  terus menerus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terowongan, bagian dalam boiler (hanya dapat diakses ketika boiler tidak aktif), kolom distilasi, vessels,  bagian dalam tangki penyimpanan fluida, septic tank yang telah mengandung limbah, sebuah kubah listrik kecil bawah tanah, reactor, sumur, adalah contoh dari ruang terbatas. Dalam kehidupan sehari-hari banyak aktifitas yang harus dilakukan dalam ruang terbatas, baik dalam dunia industry, konstruksi dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi yang tepat dari sebuah ruang tertutup bervariasi tergantung pada jenis industry dan kegiatan atau aktifitas yang dilakukan. Confined Space di kegiatan konstruksi definisinya berbeda dari ruang terbatas di pabrik kertas. Namun pada dasarnya seluruh confined space terdapat potensi bahaya bagi siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut.  Karena dalam ruang terbatas umum terdapat bahaya khusus bagi pekerja, diantaranya risiko akumulasi gas beracun atau menyebabkan sesak nafas, kebakaran, jatuh, banjir, dan jebakan lainnya dapat diklasifikasikan sebagai ruang terbatas yang memerlukan ijin masuk tergantung pada sifat dan tingkat bahayanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap negara memiliki regulasi yang mengatur tentang keselamatan kerja di ruang terbatas seperti ini. Sebagai contoh di Amerika Serikat, untuk memasuki confined space diperlukan ijin yang harus mematuhi peraturan yang dikeluarkan oleh Occupational Safety and Health Administration. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia sebagai salah satu negara yang sedang membangun dan banyak memiliki industri yang mempunyai peralatan atau wilayah kerjanya termasuk klasifikasi confined space. Untuk menjamin keselamatan pekerja di Indonesia juga memiliki regulasi yang mengatur tentang confined space atau ruang terbatas. Dasar hukum yang berlaku di Indonesia saat ini antara lain :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Undang Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Undang Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kep Dirjen Binwasnaker No. 113/DJPPK/IX/2006&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE.01/Men/1997 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di udara Lingkungan Kerja&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surat Edaran Menakertrans. SE .117/Men/PPK-PKK/III/2005 tentang Pemeriksaan Menyeluruh Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pusat Perbelanjaan, Gedung Bertingkat dan tempat-tempat publik lainnya&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SNI – 0229 1987 E, Keselamatan Kerja di Dalam Ruangan Tertutup.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa yang menyebabkan orang harus masuk ke dalam ruang terbatas?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang masuk ke dalam ruang terbatas adalah untuk melakukan aktifitas pemeliharaan (pencucian atau pembersihan), pemeriksaan, pengelasan, pelapisan dan pelindungan karat, perbaikan, penggalian danlainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengingat besarnya resiko bekerja dalam ruangan terbatas, maka perlu dipahami dengan baik oleh setiap petugas yang terlibat dalam aktifitas tersebut. Siapa saja yang terlibat, bagaimana prosedur kerjanya, perijinan dan lainnya akan saya tampilkan pada postingan selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-3471650659193258959?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/3471650659193258959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=3471650659193258959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/3471650659193258959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/3471650659193258959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2011/10/confined-space.html' title='Confined Space'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--dchD1AWVHs/To6tE6-_qGI/AAAAAAAAADg/jtpLiWCs28U/s72-c/Confined%2BSpace%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-7994780542832137369</id><published>2011-10-02T22:26:00.006+07:00</published><updated>2011-10-03T00:07:43.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebakaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitigasi'/><title type='text'>Mitigasi Dampak Kebakaran, Menghindari Meluasnya Kebakaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://fansanova-health.blogspot.com/2011/09/mitigasi-dampak-kebakaran.html"&gt;Mitigasi Dampak Kebakaran&lt;/a&gt; sudah pernah dibicarakan pada postingan sebelumnya, juga &lt;a href="http://fansanova-health.blogspot.com/2011/09/fire-extinguisher-atau-alat-pemadam-api.html"&gt;apa dan bagaimana menggunakan APAR&lt;/a&gt; juga sudah dibahas. Saat ini kita coba melihat media lainnya yang bisa membantu kita dalam memadamkan api sebelum meluas menjadi kebakaran besar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guna memudahkan kita dalam memadamkan api, tentunya kita harus sangat memahami konsep &lt;a href="http://fansanova-health.blogspot.com/2009/01/mengidentifikasi-bahaya-kebakaran-dan.html"&gt;segi tiga api&lt;/a&gt;. Seperti kita ketahui, bahwa api akan padam jika salah satu anasir dari segi tiga api tersebut kita hilangkan apakah itu bahan bakar, suhu atau udara. Alat pemadam kebakaran yang tersedia di pasaran bekerja untuk menghilangkan salah satu dari ketiga unsur tersebut. Dan yang paling banyak tersedia adalah upaya memutuskan hubungan antara bahan bakar dengan udara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang sudah disampaikan diawal, bahwa cara pemadaman yang sangat efektif adalah dengan memutuskan hubungan antara bahan bakar dan udara. Untuk upaya ini bisa dilakukan dengan menghilangkan bahan bakar  atau dengan menutup permukaan bahan bakar dengan media tertentu seperti pasir, dry chemical, busa, selimut pemadaman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh kerena itu jika terjadi kebakaran, segera kenali sumber bahan bakarnya dan segera memutus aliran bahan bakar dan menyingkirkan bahan bahan yang mudah terbakar lainnya sebelum melakukan pemadaman api dengan alat yang tersedia. Hal ini penting dilakukan karena pemadaman akan sulit dilakukan jika bahan bakar terus mengalir ke lokasi kebakaran. Tindakan ini juga akan melokalisir kebakaran hanya pada tempat yang terbakar saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh : Jika terjadi kebakaran di dapur yang disebabkan oleh kompor (kompor LPG), yang dilakukan adalah mematikan kompor dari tombolnya, atau jika tidak memungkinkan, cabut regulator dari tabung (otomatis menghentikan aliran LPG ke kompor), kemudian tabungnya segera diletakkan sejauh mungkin dengan lokasi kebakaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya kita akan membahas tentang penggunaan peralatan dan media pemadam lainnya dalam upaya memadamkan api dan menghidari kebakaran yang lebih besar. Beberapa media tersebut antara lain:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selimut Api (Fire Blanket)&lt;br /&gt;Selimut Api atau Fire Blanket  banyak tersedia di pasaran sebaiknya disediakan di rumah kita. Fungsi selimut ini adalah untuk menutupi bahan yang terbakar sehingga bisa mengisolir bahan bakar dari  udara.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Cara penggunaanya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ambil Fire Blanket dari tempatnya&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembangkan, dan pegang sehingga fire blanket tergantung dibagian depan tubuh. (untuk melindungi kita dari sambaran kobaran api)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berjalanlah menuju tempat kebakaran dengan tetap mempertahankan posisi fire blanket di posisinya dan memperhatikan kobaran api&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempatkan fire blanket di atas titik api dengan cara meletakkan bagian bawah ke sisi titik api yang terdekat dengan kita, selanjutnya tutup titik api dengan meletakkan bagian atas fire blanket ke sisi terjauh dari titik api.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yakinkan seluruh fire blanket menutupi seluruh permukaan titik api, jika masih ada yang terbuka, rapikan posisi fire blanket atau ambil fire blanket yang lain untuk menutupi bagian yang masih terbuka.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika fire blanket tidak tersedia kita bisa menggunakan karung goni atau selimut (bed cover) sebagai penggantinya. Cara penggunaannya sama seperti menggunakan fire blanket, namun terlebih dahulu dibasahi dengan air.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasir&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhatian :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempatkan tabung LPG dengan jarak yang cukup aman dari kompor, sehingga memudahkan kita dalam melepas regulator dalam upaya memutuskan aliran bahan bakar jika terjadi kebakaran. Dan lebih baik tabung LPG di tempatkan di bagian luar dapur rumah kita.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan menyiram air pada kobaran api, hal ini berpotensi  menyebabkan kebakaran menjadi membesar. Karena seperti diketahui kobaran api memiliki temperature yang sangat tinggi, sehingga jika kita menyiram air maka air akan segera menguap yang mengakibatkan kobaran api menjadi membesar karena menyambar ke bahan-bahan yang mudah terbakar  yang terdapat disekitar lokasi.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kebakaran yang bahan bakarnya adalah bahan bakar cair yang terdapat dalam wadah terbuka seperti minyak goreng dalam kuali, atau minyak lain yang terdapat dalam wadah terbuka, juga tidak dibolehkan menggunakan air karena pada saat menyiram air kea rah sumber api bisa menyebabkan bahan bakar cair tersebut terdorong keluar wadah dan bahan bakar tersebut akan berserakan di luar lokasi kejadian, ini mengakibatkan kebakaran akan semakin meluas.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-7994780542832137369?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/7994780542832137369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=7994780542832137369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/7994780542832137369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/7994780542832137369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2011/10/mitigasi-dampak-kebakaran-menghindari.html' title='Mitigasi Dampak Kebakaran, Menghindari Meluasnya Kebakaran'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-1651997279079963863</id><published>2011-09-28T21:02:00.009+07:00</published><updated>2011-09-28T23:15:53.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebakaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='APAR'/><title type='text'>Fire Extinguisher atau Alat Pemadam Api Ringan - APAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" http://www.blogger.com/img/blank.gifhref="http://1.bp.blogspot.com/-sfk5Vvw2NVQ/ToM6-xw4iPI/AAAAAAAAADI/RKxdlcnDn9Q/s1600/APAR1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-sfk5Vvw2NVQ/ToM6-xw4iPI/AAAAAAAAADI/RKxdlcnDn9Q/s320/APAR1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657430407092144370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang sudah saya sampaikan &lt;a href="http://fansanova-health.blogspot.com/2011/09/mitigasi-dampak-kebakaran.html"&gt;sebelumnya&lt;/a&gt;, bahwa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau Fire Extinguisher adalah salah satu barrier yang bisa dipasang dalam menanggulangi kebakaran kecil dan menghindari meluasnya dampak kebakaran tersebut. Kali ini kita akan bercerita tentang APAR, mulai dari jenisnya sampai cara penggunaan dan penempatannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;APAR adalah suatu alat pemadam api portable yang mudah dibawa berfungsi untuk memadamkan api yang berukuran kecil, merupakan upaya awal dalam pemadaman api yang terdiri dari sebuah tabung tekanan tinggi yang berisi media pemadam api.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum kita lanjutkan ada baiknya kita mengetahui jenis dari APAR dan penggunaannya yang tepat. Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per-04/MEN/1980, maka kebakaran dapat dibagi menjadi 4 golongan, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebakaran bahan padat kecuali logam (Golongan A); contoh : kayu, kertas, sampah, kain dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebakaran bahan cair atau gas yang mudah terbakar (Golongan B); contoh minyak, cat, LPG, propane&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebakaran instalasi listrik bertegangan (Golongan C); contoh hubungan arus pendek &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebakaran logam (Golongan D).  contoh magnesium, besi dll&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggolongan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan dalam menentukan jenis media pemadam yang digunakan untuk menanggulangi kebakaran yang disebabkan oleh bahan-bahan tersebut.  Dengan demikian APAR yang digunakan untuk memadamkan kebakaran juga harus sesuai dengan golongan kebakaran tersebut. Adapun jenis media pemadam yang cukup dikenal  adalah :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jenis cairan (air);&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jenis busa;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jenis tepung kering;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jenis gas (hydrocarbon berhalogen dan sebagainya);&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan APAR yang tepat sesuai dengan golongan kebakaran akan efektif dalam upaya pemadaman kebakaran kecil. Jika penggunaan tidak sesuai, api bukannya padam malah semakin besar. Berikut adalah penggunaan APAR yang tepat untuk menganggulangi kebakaran sesuai dengan golongannya:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Golongan A:&lt;/span&gt; bisa dipadamkan dengan menggunakan APAR jenis Cairan (air), tepung kering (dry chemical)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Golongan B:&lt;/span&gt; dipadamkan dengan menggunakan APAR jenis busa(foam), tepung kering (dry chemical), Karbon Dioksida (CO2)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Golongan C:&lt;/span&gt; dipadamkan dengan menggunakan APAR jenis Karbon Dioksida (CO2), tepung kering (dry chemical)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Golongan D:&lt;/span&gt; dipadamkan dengan menggunakan APAR jenis tepung kering (dry chemical), pasir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penempatan APAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengingat APAR merupakan alat yang penting, maka perlu dibuat identitas khusus agar mudah dikenali. Oleh karena itu berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per-04/MEN/1980 “Semua tabung alat pemadam api ringan sebaiknya berwarna merah”. Tentang penempatannya disarankan seperti berikut:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap alat pemadam api ringan harus dipasang (ditempatkan) menggantung pada dinding dengan penguatan sengkang atau dengan konstruksi penguat lainnya atau ditempatkan dalam lemari atau peti (box) yang tidak dikunci&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lemari atau peti (box) dapat dikunci dengan syarat bagian depannya harus diberi kaca aman (safety glass) dengan tebal maximum 2 mm.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai kecuali jenis CO2 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perhatikan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49°C atau turun sampai minus 44°C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu diluar batas tersebut diatas.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilarang memasang dan menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacat karena karat.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alat pemadam api ringan yang ditempatkan di alam terkuka harus dilindungi dengan tutup pengaman&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CARA MENGGUNAKAN ALAT PEMADAM API (APAR)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nDtYH2HVxzA/ToND_AWP04I/AAAAAAAAADY/USBAHpwMqlI/s1600/Cara%2Bpadam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 169px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nDtYH2HVxzA/ToND_AWP04I/AAAAAAAAADY/USBAHpwMqlI/s400/Cara%2Bpadam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657440306611606402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat berbagai jenis serta ukuran alat pemadam api ringan, namun dalam hal cara penggunaannya relatif sama pada semua jenis. Berikut adalah cara penggunaan APAR pada penanggulangan kebakaran kecil :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilih jenis alat pemadam api yang sesuai dengan kebakaran yang terjadi&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ambil APAR dari tempatnya, jika ditempatkan dalam box kaca maka pecahkan kaca dengan alat pemecah yang seharusnya tersedia di bagian luar box tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Periksa tekanan APAR pada indicator tekanan yang tersedia di tabung tersebut (jika penunjukan jarum indicator masih pada wilayah hijau artinya tekanannya masih cukup dan bisa digunakan untuk operasi pemadaman). Jika tekanan tabung rendah (pada wilayah merah) segera cari APAR lain yang tersedia ditempat kejadian.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhatikan arah angin (upayakan selalu berada pada posisi di atas angin selama penggunaan APAR). Ini penting untuk menghindari ada terjilat kobaran api dan menghirup asap dan media pemadam yang keluar dari APAR&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secepatnya menuju ke tempat api yang menyala, sambil mengocok APAR guna menaikkan tekanan tabung dan memecahkan gumpalan (dry chemical) media yang mungkit terjadi karena penyimpanan yang lama.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posisikan diri anda dengan sumber api pada jarak yang efektif, artinya semburan media pemadam dari tabung akan sampai ke sumber api dan anda tetap aman.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya Tarik / cabut pin pengaman&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arahkan nozzle kearah sumber api (pangkal api). Hindari mengarahkan ke kobaran api, hal ini akan membuat pemadaman menjadi tidak efektif karena media pemadam akan terdorong lidah api dan tidak menutupi sumber bahan bakar&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tekan tuas pemadam secara perlahan untuk mengeluarkan media pemadam dari tabung melalui nozzle. (Jika tuas dilepas, aliran media akan terhenti)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upayakan media pemadam terdistribusi dengan baik dan merata ke seluruh sumber bahan bakar, dengan melakukan gerakan menyapu dari satu sisi ke sisi lainnya hingga api padam&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  *** Step 7 sampai 10 dalam teknik pemadaman biasa dikenal dengan teknik PASS Akronim dari &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;P&lt;/span&gt;ull the pin&lt;/span&gt; – &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;A&lt;/span&gt;im at the base of fire&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;S&lt;/span&gt;queeze the lever slowly&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;S&lt;/span&gt;weep from side to side&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Perhatian  :&lt;br /&gt;Jika api sudah padam, jangan segera meninggalkan tempat kebakaran karena ada kemungkinan api akan menyala kembali akibat masih ada sisa bara api, temperature bahan yang terbakar masih tinggi atau tidak seluruh permukaan bahan yang terbakar terisolir dari udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin meninggalkan tempat kebakaran lakukan dengan langkah mundur sambil memperhatikan lokasi yang terbakar. Jika diyakini sudah aman anda boleh meninggalkan tempat dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEGERA MENGISI ULANG APAR&lt;/span&gt; yang baru saja anda pergunakan.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-1651997279079963863?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/1651997279079963863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=1651997279079963863' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/1651997279079963863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/1651997279079963863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2011/09/fire-extinguisher-atau-alat-pemadam-api.html' title='Fire Extinguisher atau Alat Pemadam Api Ringan - APAR'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-sfk5Vvw2NVQ/ToM6-xw4iPI/AAAAAAAAADI/RKxdlcnDn9Q/s72-c/APAR1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-8646093700913987617</id><published>2011-09-26T11:41:00.008+07:00</published><updated>2011-09-26T13:35:39.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebakaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitigasi'/><title type='text'>Mitigasi Dampak Kebakaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-DlE9lwc4Dk0/ToAdH2-wnXI/AAAAAAAAADA/REiM_NgWAEI/s1600/Kebakaran%2BTanki.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DlE9lwc4Dk0/ToAdH2-wnXI/AAAAAAAAADA/REiM_NgWAEI/s320/Kebakaran%2BTanki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656553152832380274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya saya mohon maaf karena sudah lama sekali tidak mengurusi  blog saya ini, banyak hal yang bisa dijadikan alasan, namun yang pasti blog ini tidak terurus hehehe.. Mudah-mudahan postingan kali ini langkah awal saya untuk bisa bersemangat lagi mengurusi blog ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rekan bloggers, jika kita menyimak berita akhir-akhir ini baik di televisi, surat kabar, radio, dan media online kita sering disuguhkan dengan berita kebakaran, mulai dari Jakarta, Samarinda, Medan dan beberapa kota lainnya. Berkaitan dengan hal itu saya mencoba untuk sharing tentang bagai mana menanggulangi kebakaran pada kondisi yang masih mungkin kita control (masih kecil). Seperti pepatah orang tua-tua "Api, kecil jadi kawan, besar jadi lawan", oleh karena itu jika kebakaran sudah membesar, penanggulangannya pasti semakin sulit dan membutuhkan resources yang lebih besar serta dampak yang ditimbulkanpun semakin dahsyat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada postingan sebelumnya saya sudah mencoba mengenalkan secara umum bagaimana &lt;a href="http://fansanova-health.blogspot.com/2009/01/mengidentifikasi-bahaya-kebakaran-dan.html" target="_blank"&gt;mengidentifikasi bahaya kebakaran&lt;/a&gt;, ini penting untuk langkah pencegahan terjadinya kebakaran. Karena bagaimanapun juga &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mencegah pasti jauh lebih baik daripada menanggulangi&lt;/span&gt;. Namun bagaimana atau apa tindakan yang harus dilakukan jika kebakaran terjadi di lingkungan kita juga tidak kalah pentingnya. Nah, kali ini saya mencoba untuk menyajikan tindakan penanggulangan terhadap kebakaran jika terjadi baik di rumah, di tempat kerja dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum kita lanjutkan ada baiknya kita coba fahami konsep tentang kejadian (tragedi, insiden, kecelakaan, kebakaran atau apapun yang sifatnya terjadi dan merugikan kita). Agar lebih mudah mari kita lihat konsep Dasi Kupu-kupu (Bow Tie Concept) seperti berikut :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-KJq-bV4tpVQ/ToAEwYLjdcI/AAAAAAAAAC4/3PtQQ8sAGNk/s1600/bowtie%2Bconcept.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 247px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-KJq-bV4tpVQ/ToAEwYLjdcI/AAAAAAAAAC4/3PtQQ8sAGNk/s400/bowtie%2Bconcept.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656526361148487106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep di atas sangat membantu kita dalam memahami sebuah kejadian. Secara umum dapat dikatakan bahwa titik yang berada di tengah adalah kejadian (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;undesirable event&lt;/span&gt;), yang di sisi kirinya adalah hazard atau potensi penyebab dan yang di sisi kanan merupakan consequences (dampak, akibat). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umumnya pemicu sebuah kejadian (kebakaran) adalah satu penyebab, namun demikian penyebab yang mungkin memicu kejadian jumlah banyak sekali , untuk itu kita perlu melakukan identifikasi terhadap penyebab-penyebab tersebut, sehingga kita bisa melakukan langkah pencegahan yang tepat (memasang barriers) guna menghindari terjadinya Undesirable event. Lihat postingan &lt;a href="http://fansanova-health.blogspot.com/2009/01/mengidentifikasi-bahaya-kebakaran-dan.html" target="_blank"&gt;sebelumnya&lt;/a&gt; untuk masalah ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita lihat sisi kanan diagram di atas, dampak dari sebuah kejadian makin lama semakin meluas. Artinya jika kita tidak bisa menanggulangi dampak dari sebuah kejadian sedini mungkin maka dampaknya akan tereskalasi menjadi tak terhingga. Oleh karena itu perlu dipasang barriers untuk menanggulangi secara dini suatu kejadian dalam hal ini kita akan focus pada kebakaran. Sebagai contoh barrier yang dipasang untuk menanggulangi secara dini sebuah kebakaran adalah detectors (smoke, fire) yang biasanya dilengkapi dengan water sprinkler  atau water sprayer (penyembur air otomatis), tersedianya Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pasir dan lainnya. Contoh-contoh ini biasanya diaplikasikan pada gedung-gedung yang besar seperti Hotel, Perkantoran, Mall, Industri dan lainnya. Bagai mana dengan rumah kita? Sebagaimana diketahui memasang proteksi seperti contoh di atas membutuhkan biaya yang sangat besar dan mungkin kita tidak mampu memasangnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau demikian adanya berarti kita tidak bisa menanggulangi kebakaran secara dini? Tentu saja tidak, banyak sekali metode yang bisa dilakukan untuk menanggulangi kebakaran secara dini sebelum kejadiannya meluas, mari kita lihat secara lebih dalam. Pertama kita perlu menyediakan alat proteksi sederhana di rumah kita seperti :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alat Pemadam Api Ringan (APAR) wajib ada dan ditempatkan pada posisi yang mudah terjangkau. Saat ini APAR banyak tersedia di pasaran. Memahami dengan pasti cara penggunaannya juga tidak kalah pentingnya, untuk itu cara penggunaan APAR bisa ditempelkan di dekat alat tersebut dan yakini bahwa setiap anggota keluarga bisa menggunakan alat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bak Air yang diyakini selalu terisi penuh atau lebih baik jika ada sumur (sumber air), jangan mengandalkan adanya pompa air di rumah sehingga kita tidak memerlukan bak air lagi. Karena umumnya listrik akan kita matikan atau mati dengan sendirinya pada saat terjadi kebakaran, sehingga tidak ada power untuk menjalankan pompa air. Sekali lagi bak air tersedia dan terisi penuh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karung Goni  (biasanya saat ini sulit diperoleh karena sudah terkonversi menjadi karung plastic) sebaiknya tersedia dan diposisikan pada tempat yang mudah dijangkau dan sedekat mungkin dengan bak air. Jika tidak ada maka alternative lain adalah selimut atau bed cover bekas jangan buru-buru dibuang atau diloakkan .. hehehe .. karpet juga bisa digunakan sebagai alternative. Benda-benda ini berfungsi untuk memutuskan segitiga api dengan cara menutup media yang terbakar  sehingga tidak berhubungan dengan udara.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anjuran menyediakan atau menyisakan sedikit lahan untuk penyerapan air tanah sebaiknya dilakukan, jangan menggunakan seluruh lahan anda untuk bangunan rumah kita. Karena selain berfungsi untuk taman dan penyerapan air,juga kita bisa menempatkan pasir di sisa lahan tersebut  yang sangat bermanfaat untuk membantu kita dalam menanggulangi kebakaran di rumah kita terutama kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Atau jika lahan itu tidak tersedia anda bisa menyiapkan drum bekas untuk menampung pasir bakaran tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Flash light atau senter ini untuk memudahkan kita berjalan atau berlari pada saat gelap.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masker untuk asap&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silakan ditambahkan jika anda melihat masih ada fasilitas atau peralatan lain yang bisa membantu anda untuk menanggulangi secapat mungkin jika terjadi kebakaran di rumah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengingat dampak dari suatu kejadian sangat erat kaitannya dengan fungsi waktu, artinya semakin cepat kita menyadari adanya kejadian kebakaran maka penanggulangannya akan semakin mudah, makai upayakan untuk mengetahui secepat mungkin atau mengetahui sekecil apapun kebakaran yang terjadi. Ini bisa dilakukan dengan melatih kepekaan kita terhadap suatu perubahan kecil, seperti bau asing, perubahan temperature, asap dan lainnya.&lt;br /&gt;Memasang smoke atau heat detector merupakan pilihan yang baik, namun sekali lagi bianyanya mahal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini cukup dulu, postingan selanjutnya saya akan mencoba untuk menyampaikan barriers apalagi yang bisa kita pasang di rumah kita, untuk memperkecil kemungkinan meluasnya kejadian kebakaran selain barriers yang sudah disampaikan di atas. Juga saya akan coba untuk menyampaikan cara atau metode penanggulangan kebakaran kecil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-8646093700913987617?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/8646093700913987617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=8646093700913987617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/8646093700913987617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/8646093700913987617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2011/09/mitigasi-dampak-kebakaran.html' title='Mitigasi Dampak Kebakaran'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DlE9lwc4Dk0/ToAdH2-wnXI/AAAAAAAAADA/REiM_NgWAEI/s72-c/Kebakaran%2BTanki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-7246416829246501349</id><published>2009-01-01T12:35:00.017+07:00</published><updated>2009-01-04T00:04:23.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebakaran dan Peledakan'/><title type='text'>Mengidentifikasi Bahaya Kebakaran dan Peledakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SVxcRzRqe3I/AAAAAAAAACI/SNZtFqVim5c/s1600-h/kebakaran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 173px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SVxcRzRqe3I/AAAAAAAAACI/SNZtFqVim5c/s200/kebakaran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286201523517946738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat, situasi dan waktu yang tidak kita hendaki, merugikan dan pada umumnya sukar dikendalikan. Jadi api yang menyala di tempat-tempat yang dikehendaki seperti kompor, furnace di industri dan tempat atau peralatan lain tidak termasuk dalam kategori kebakaran. Api terjadi karena adanya persenyawaan dari:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sumber panas, seperti energi elektron (listrik statis atau dinamis), sinar matahari, reaksi kimia dan perubahan kimia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Benda mudah terbakar, seperti bahan-bahan kimia, bahan bakar, kayu, plastik dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Oksigen (tersedia di udara)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila ketiganya tersedia dan bereaksi maka akan terjadi api. Ketiga unsur di atas dikenal dengan segi tiga api.  Berikut ini adalah diagram segitiga api yang sangat populer.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SVxdmY9xYQI/AAAAAAAAACQ/Uk18_e9u2Bg/s1600-h/Segi+tiga+Api.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 263px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SVxdmY9xYQI/AAAAAAAAACQ/Uk18_e9u2Bg/s400/Segi+tiga+Api.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286202976744071426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses pembakaran tidak mungkin terjadi tanpa salah satu dari unsur ini. Kedengarannya sangat sederhana, tetapi seringkali sangat sulit mengendalikan kebakaran jika sudah terjadi. Namun demikian hal ini penting sekali dipahami dalam rangka melakukan pencegahan atau penganggulangan kebakaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencegahan kebakaran adalah usaha menyadari/mewaspadai akan faktor-faktor yang menjadi sebab munculnya atau terjadinya kebakaran dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan tersebut menjadi kenyataan. Sedangkan penanggulangan kebakaran adalah usaha yang dilakukan untuk memadamkan api serta mencegah meluasnya kebakaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana diketahui bahwa di dunia industri banyak sekali ditemukan kondisi dan situasi yang memungkinkan terjadinya kebakaran. Karena hampir semua industri yang berbasis pengolahan memiliki semua unsur dari segi tiga api di lingkungan kerjanya.  Sehingga dibutuhkan suatu program pendidikan dan pelatihan yang tepat untuk memberi pengetahuan yang cukup bagi pekerja yang bekerja dilingkungan yang berbahaya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping itu, rencana pemeliharaan yang cermat dan teratur terhadap peralatan operasional yang memiliki potensi bahan bakar, dan sumber penyalaan sangat diperlukan sehingga kerusakan peralatan tersebut dapat diketahui secara dini dan perbaikannyapun bisa dilakukan secara terencana. Pemeriksaan rutin peralatan pemadam kebakaran juga hal yang sangat peting dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari malfunction alat pemadam api pada saat dibutuhkan.&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guna lebih memahami proses terjadinya suatu reaksi pembakaran, berikut ini adalah simplified fault tree diagram yang menggambarkan mekanisme terjadinya suatu kebakaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.firesandexplosions.ca/diagrams/FEHM%20Protocol%20Diagrams%20Figure%203.pdf"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SV-P0h1eVVI/AAAAAAAAACY/44oiZ8bc1kI/s320/understanding+fire.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287102620154877266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari simplified fault tree diagram di atas, dapat kita lihat bagaimana potensi bahaya itu memang ada di semua tempat. Untuk mencegahnya dibutuhkan barier yang sempurna. Kegagalan fungsi barier pada semua sisi dari segi tiga api yang akan menimbulkan reaksi pembakaran dan peledakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan memahami konsep segitiga api dan melakukan identifikasi bahaya kebakaran dan peledakan dengan baik, diharapkan kebakaran dan peledakan di lingkungan kerja dan di rumah tangga dapat dihindari.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari berbagai sumber. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-7246416829246501349?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/7246416829246501349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=7246416829246501349' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/7246416829246501349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/7246416829246501349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2009/01/mengidentifikasi-bahaya-kebakaran-dan.html' title='Mengidentifikasi Bahaya Kebakaran dan Peledakan'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SVxcRzRqe3I/AAAAAAAAACI/SNZtFqVim5c/s72-c/kebakaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-7732656189319586931</id><published>2008-12-07T23:17:00.003+07:00</published><updated>2008-12-07T23:32:47.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ear Protection'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management Keselamatan Kerja'/><title type='text'>Noise Management</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengelola lingkungan kerja agar aman bagi pekerja adalah tugas atau tanggung jawab dari perusahaan atau pengusaha. Hal ini dilakukan untuk melindungi pekerja dari konsekwensi yang akan timbul akibat terlalu lama berada di area kerja tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa jam kerja yang berlaku umum di perusahaan adalah 8 jam/hari, artinya seorang pekerja akan berada di sekitar lokasi tersebut selama 8 jam. Mengingat waktu terpaparnya seorang pekerja di area yang bising cukup lama, maka pengelolaan area kerja mutlak diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebisingan merupakan salah satu factor yang bisa menyebabkan sakit akibat kerja, sehingga untuk menghindari rusaknya pendengaran pekerja kebisangan dilingkungan kerja harus dikelola dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengelolaan kebisingan dapat dilakukan dengan beberapa tahapan :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mendeteksi tingkat kebisingan yang terjadi.&lt;br /&gt;Proses ini dilakukan dengan mengukur tingkat kebisingan di area kerja tersebut dengan menggunakan detector yang valid. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kebisingan di area tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencari penyebab kebisingan&lt;br /&gt;Tahap ini diperlukan untuk menentukan penyebab timbulnya kebisingan. Kebisingan bisa saja timbul akibat kerusakan peralatan  yang terdapat di sekitar area kerja tersebut, misalnya adanya bocoran steam, adanya kerusakan pada peredam suara, tidak optimalnya pengaturan kondisi operasi, dan lainnya. Jika ditemukan penyebab seperti itu, maka dengan perbaikan peralatan tersebut sudah bisa menurunkan tingkat kebisingan. &lt;br /&gt;Jika sumber kebisingan itu berasal dari peralatan atau mesin tidak bisa diperbaiki lagi atau permanent, maka perlu dibuatkan strategi untuk mengurangi kebisingan atau melindungi pekerja.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menentukan cara pengelolaan yang terbaik&lt;br /&gt;Setelah ditemukan penyebab kebisingan, buatkan rencana pengelolaan yang tepat. Misalnya perlu penambahan peredam suara, pekerja harus memakai alat pelindung diri untuk telinga seperti earplugs atau earmuff, dan mengatur waktu tinggal seseorang di lokasi tersebut baik dengan atau tanpa alat pelindung diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Implementasi&lt;br /&gt;Jika cara yang tepat untuk pengelolaan kebisingan sudah ditemukan, segera implementasikan. Selain melakukan apa yang menjadi rekomendasi tahap sebelumnya, hasil pemeriksaan terhadap kebisingan sebaiknya ditampilkan di lokasi tersebut, bisa berupa flyer, atau pamphlet, sehingga orang-orang yang berada di daerah tersebut mengetahui tingkat kebisingan di area itu dan bisa melakukan langkah-langkah untuk memproteksi dirinya dari paparan kebisingan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Evaluasi&lt;br /&gt;Tahap akhir adalah melakukan evaluasi terhadap hasil implementasi yang sudah dilakukan. Evaluasi ini dibutuhkan untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang sudah dilakukan. Hal-hal yang dievaluasi antara lain, tingkat  kebisingan diarea tersebut (berkurang atau bertambah), tingkat kesehatan telinga orang-orang yang terlibat atau terpapas di area tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selalu melakukan improvement guna mendapatkan tingkat kebisingan yang terbaik dan aman bagi pekerja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-7732656189319586931?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/7732656189319586931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=7732656189319586931' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/7732656189319586931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/7732656189319586931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/12/noise-management.html' title='Noise Management'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-3674344289191772652</id><published>2008-12-03T13:57:00.005+07:00</published><updated>2008-12-03T14:25:33.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alat Pelindung Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ear Protection'/><title type='text'>Alat Pelindung Diri : Ear/Hearing Protection</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/STY0CalKBxI/AAAAAAAAABw/Ki-N3DuE0FM/s1600-h/250px-Elacin_(R)_ER-25_-_musician_Earplug_worn.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/STY0CalKBxI/AAAAAAAAABw/Ki-N3DuE0FM/s320/250px-Elacin_(R)_ER-25_-_musician_Earplug_worn.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275461229610665746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telinga merupakan organ vital dari manusia yang sangat berguna dan sensitive. Sebagai organ tubuh yang vital, telinga tidak luput dari resiko kerusakan akibat kerja. Umumnya kerusakan fungsi telinga sebagai alat pendengaran adalah permanent. Sehingga proses rehabilitasinya bias dikatakan sangat kecil kemungkinannya. Oleh karena itu perlindungan terhadap organ yang satu ini sangat diperlukan untuk mencegah rusaknya fungsi pendengaran akibat linkungan kerja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebising yang melebihi ambang pendengaran dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama serta berulang-ulang dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang menetap, gangguan pendengaran yang terjadi akibat terpapar bising dikenal sebagai gangguan pendengaran akibat bising.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagian sistim pendengaran yang menerima dampak negatif bising adalah koklea (rumah siput) yang perannya teramat penting sebagai sensor bunyi dari luar. Bagian bagian koklea juga berperan dalam mendistribusikan stimulus bunyi dari luar berdasarkan frekuensi yang spesifik, mulai dari frekuensi tinggi dibagian basal sampai dengan frekuensi rendah pada bagian apex (puncak) koklea. Selain itu koklea juga berfungsi untuk merubah eneji akustik menjadi enerji listrik untuk diteruskan pada jaras pendengaran yang lebih tinggi. Bagian koklea yang menerima dampak langsung dari bising ada sel sel rambut luar (outer hair cells).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lingkungan kerja seperti di bengkel, pabrik, pembangkit tenaga listrik dan lainnya sering dijumpai kebisingan yang cukup tinggi, rata-rata di atas 95 dB vs 80 dB batas aman bagi pendengaran manusia. Dengan tingkat kebisingan yang tinggi, jika seseorang berada pada lingkungan tersebut terlalu lama dan berulang-ulang, maka resiko kerusakan fungsi pendengaran akan bertambah. Untuk itu sebagai pekerja di lingkungan kerja seperti itu harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk melindungi telinga mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upaya untuk melindungi pekerja yang terpapar kebisingan dapat dilakukan dengan :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengurangi tingkat kebisingan yang timbul dari peralatan atau lingkungan kerja&lt;/span&gt; serta &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melindungi pekerja dengan alat pelindung diri untuk telinga (ear plug, ear muff dll)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebisingan yang timbul di area kerja, biasanya bersumber dari suara mesin, adanya aliran dalam dengan tekanan tinggi, adanya bocoran pada pipa atau peredam suara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana diketahui, pabrik atau kilang selalu dilengkapi dengan fasilitas utilities seperti steam bertekanan tinggi. Lingkungan kerja yang banyak terdapat kebocoran steam akan menimbulkan kebisingan yang tinggi. Untuk itu perlu diperbaiki bocoran tersebut sehingga kebisingan dapat dikurangi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mesin pembangkit tenaga listrik juga merupakan sumber kebisingan karena putaran yang tinggi dan sebagian menggunakan penggerak turbine uap atau steam. Untuk melindungi operatornya dari kebisingan biasanya pada saat mendesign tempat kerja operator turbine dilengkapi dengan ruangan kedap suara, sehingga kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin tersebut tidak terasa di ruang kerja. Namun demikian kebisingan dari mesin itu sendiri tidak bisa dihilangkan. Oleh karena itu, jika operator harus berada di dekat mesin untuk keperluan operasional, maka alat pelindung telinga harus digunakan untuk melindungi pendengaran pekerja tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-3674344289191772652?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/3674344289191772652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=3674344289191772652' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/3674344289191772652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/3674344289191772652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/12/alat-pelindung-diri-earhearing.html' title='Alat Pelindung Diri : Ear/Hearing Protection'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/STY0CalKBxI/AAAAAAAAABw/Ki-N3DuE0FM/s72-c/250px-Elacin_(R)_ER-25_-_musician_Earplug_worn.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-8814031132739346129</id><published>2008-11-25T19:21:00.006+07:00</published><updated>2008-11-25T19:40:13.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety Helmet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alat Pelindung Diri'/><title type='text'>Safety Helmet, Cara Pemeliharaannya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Safety Helmet atau topi keselamatan kerja juga perlu dipelihara untuk memberikan efek perlindungan yang baik. Pemeliharaan ini dilakukan secara berkala sehingga tidak ada kotoran yang melekat pada helmet tersebut. Cara pemeliharaan topi keselamatan sangatlah mudah, yaitu dengan membasuhnya dengan air bersih setiap selesai menggunakannya. Jika lingkungan kerja kita terdapat pengotor yang tidak larut dalam air, mungkin kita harus menggunakan solvent tertentu untuk pembersihannya. Penggunaan solvent tidak boleh sembarangan, solvent yang digunakan harus sesuai dengan anjuran fabrikan. Karena penggunaan solvet yang tidak tepat, akan merusak helmet itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSvuw1s_cWI/AAAAAAAAAAw/_BZTwzhzdIg/s1600-h/Do+Safety+Helmet+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 247px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSvuw1s_cWI/AAAAAAAAAAw/_BZTwzhzdIg/s320/Do+Safety+Helmet+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272570311584215394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain melakukan pembersihan, topi keselamatan kerja atau safety helmet juga harus di hindari dari beberapa hal, untuk menjaganya menjadi tetap berfungsi dengan baik dan tidak cepat rusak. Hal-hal yang perlu dihindari antara lain:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSvwBtQV_jI/AAAAAAAAABA/Yt2kINnNqjM/s1600-h/Dont+Safety+Helmet+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSvwBtQV_jI/AAAAAAAAABA/Yt2kINnNqjM/s320/Dont+Safety+Helmet+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272571700885978674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada safety helmet, anda tidak boleh menulis atau menggambar di helmet tersebut dengan menggunakan spidol, tip ex, atau cat, Penempelan seal tape juga hal yang terlarang. Kebersihan helmet sangat dibutuhkan, namun tidak diperbolehkan mencuci atau membersihkan helmet anda menggunakan bahan kimia yang bersifat abrasive, korosif, termasuk mengunakan minyak seperti premium, kerosene, naphtha. Semua bahan-bahan tersebut bisa berfungsi sebagai solvent dan bisa merusak material helmet. Jangan menempel stiker-stiker dari bahan self adhesive yang tidak sesuai dengan anjuran manufacture-nya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua itu bisa membuat komposisi material helmet berubah yang pada akhirnya kekuatannya berkurang dan fungsi sebagai alat pelindung diripun menjadi hilang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal lain yang perlu dihindari adalah, hindarkan safety helmet dari terkena sinar matahari langsung pada saat penyimpanannya. Misalnya anda meletakkan safety helmet anda di dashboard mobil anda, dijemur dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSvxdQeZE6I/AAAAAAAAABI/w_xuXc7bOyk/s1600-h/Dont+Safety+Helmet+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSvxdQeZE6I/AAAAAAAAABI/w_xuXc7bOyk/s320/Dont+Safety+Helmet+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272573273708237730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan melakukan pemeliharaan yang baik dan benar, safety helmet akan berfungsi dengan baik dalam melindungi kepala jika terjadi benturan. Jika terjadi kerusakan sekecil apapun pada safety helmet segera lakukan penggantian dengan safety helmet yang baru. Lebih jelasnya tentang cacat atau kerusakan ini silakan baca di sini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-8814031132739346129?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/8814031132739346129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=8814031132739346129' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/8814031132739346129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/8814031132739346129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/11/safety-helmet-cara-pemeliharaannya.html' title='Safety Helmet, Cara Pemeliharaannya'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSvuw1s_cWI/AAAAAAAAAAw/_BZTwzhzdIg/s72-c/Do+Safety+Helmet+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-4472538678812342873</id><published>2008-11-22T21:53:00.005+07:00</published><updated>2008-11-22T22:48:40.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety Helmet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alat Pelindung Diri'/><title type='text'>Alat Pelindung Diri: Safety Helmet</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti pada postingan yang lalu, kita telah membahas sekilas tentang APD atau PPE. Mengapa alat pelindung diri ini penting sekali? Alasannya, alat pelindung diri merupakan bagian penting dari perlindungan diri anda, dan tidak bisa digantikan dengan effective engineering control, save working condition, atau yang lainnya. Pada kesempatan ini dan beberapa postingan yang akan datang saya akan mencoba menyajikan beberapa alat pelindung diri yang mandatory digunakan di tempat kerja yang penuh resiko.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Safety Helmet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Safety helmet didesain untuk melindungi kepala dari special resisting penetration seperti terantuk dengan pipa, atap dan kemungkinan jatuhnya benda dari atas. Pemakaian safety helmet secara tepat dan benar dapat mengurangi konsekwensi yang mungkin timbul pada saat terjadinya hal-hal yang disebutkan di atas. Cara pemakaian safety helmet yang benar akan memberikan proteksi maksimal bagi kepala.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daerah kerja seperti di kilang minyak, pabrik pupuk, petro kimia, proyek pembangunan gedung dan lainnya biasanya menetapkan safety helmet sebagai alat pelindung diri yang mandatory. Karena potensi hazard yang berasal dari atas kepala manusia banyak terdapat di lingkungan kerja seperti itu.&lt;br /&gt;Dalam menggunakan safety helmet, ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sebelum digunakan, yakinkan bahwa helmet tersebut dapat digunakan, pas dan nyaman di kepala anda (tidak longgar dan tidak terlalu sempit), tidak rusak dan cacat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasang dikepala dengan benar (tidak miring, terlalu mendongak, menunduk sehingga menutupi pandangan, atau terbalik.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika berada pada tempat yang tinggi dan kondisi ber-angin, chain strip harus digunakan untuk menghindari safety helmet yang dikenakan terbang karena tiupan angin kencang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSgk-ec18UI/AAAAAAAAAAg/vT4DTDuIJ_A/s1600-h/Cara+Pakai+Safety+Helmet3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSgk-ec18UI/AAAAAAAAAAg/vT4DTDuIJ_A/s320/Cara+Pakai+Safety+Helmet3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271504019581694274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam penggunaannya, safety helmet sering terjadi insiden seperti benturan atau tertimpa benda yang jatuh. Setelah terjadi insiden, biasanya safety helmet mengalami kerusakan. Sekecil apapun kerusakan yang terjadi, safety helmet harus didiganti dengan yang baru. Jangan menggunakan safety helmet yang sudah mengalami cacat atau kerusakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh kerusakan pada helmet yang perlu segera diganti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSgmHvF2p3I/AAAAAAAAAAo/91oYgMET0fo/s1600-h/demage+safety+helmet31.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSgmHvF2p3I/AAAAAAAAAAo/91oYgMET0fo/s320/demage+safety+helmet31.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271505278179125106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain penggunaan helmet yang cacat yang tidak diperbolehkan, penggunaan helmet yang baikpun ada batasannya. Rata-rata umur pakai sebuah safety helmet adalah 5 tahun, namun ini sangat tergantung kepada bahan pembuatnya. Setiap manufacturer akan mencantumkan batas maksimum pemakaian safety helmet produksinya pada setiap helmet. Periksalah dengan teliti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu juga menjadi perhatian kita adalah bersihkan safety helmet setelah digunakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari rusaknya material akibat kotoran yang menempel. Karena bisa saja kotoran tersebut adalah bahan kimia, minyak atau solvent yang bisa memicu rusaknya bahan pembuat safety helmet tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-4472538678812342873?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/4472538678812342873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=4472538678812342873' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/4472538678812342873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/4472538678812342873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/11/alat-pelindung-diri-safety-helmet.html' title='Alat Pelindung Diri: Safety Helmet'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSgk-ec18UI/AAAAAAAAAAg/vT4DTDuIJ_A/s72-c/Cara+Pakai+Safety+Helmet3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-7613451283232099972</id><published>2008-11-18T12:45:00.004+07:00</published><updated>2008-11-18T13:13:37.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alat Pelindung Diri'/><title type='text'>Personal Protection Equipment atau Alat Pelindung Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Personal Protection Equipment atau Alat Pelindung Diri adalah suatu alat yang dipergunakan untuk melindungi diri dari segala kemungkinan kecelakaan akibat suatu aktifitas. Alat pelindung diri ini sangat disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan dan potential hazard yang ada. Itulah salah satu fungsi &lt;a href="http://fansanova-health.blogspot.com/2008/11/hazard-assessment.html"&gt;Hazard Assessment&lt;/a&gt;. Dengan mengetahui potensial hazard, maka penentuan cara menghidari dan melindungi diri dari hazard tersebut dapat dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alat perlindungan diri&lt;/span&gt; yang tepat akan mampu melindungi diri kita dari kemungkinan celaka. Banyak orang yang mengabaikan alat pelindung diri walaupun orang tersebut mengerjakan psesuatu yang memiliki potensi bahaya yang tinggi. Misalnya orang tersebut sedang bekerja pada daerah ketinggian, namun pada kenyataannya orang tersebut tidak menggunakan full body harness. Perilaku seperti ini sangat sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Baik di lingkungan pekerjaan maupun di daerah-daerah umum.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dunia industri sangat banyak ditemukan potensi bahaya. Potensi bahaya tersebut meliputi, ketinggian, temperatur tinggi, tekanan tinggi, bahan kimia berbahaya dan beracun, serta bahan-bahan yang mudah terbakar dan lainnya. Perlu diingat bahwa tubuh manusia tidak sepenuhnya tahan dengan semua kondisi yang ada tersebut. Oleh karena itu alat pelindung diri atau personal protection equipment sangat diperlukan untuk melindungi pekerja dari paparan bahaya yang ada di lingkungan kerja tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, pekerjaan pengelasan. Pada pekerjaan ini banyak mengandung potensi bahaya yang bisa berakibat buruk bagi manusia, baik jangka pendek maupun jangka panjang. &lt;br /&gt;Sumber bahaya dari pekerjaan pengelasan adalah Listrik, cahaya yang ditimbulkan, panas, Uap atau gas hasil pembakaran, Percikan bunga api dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan sumber bahaya di atas, alat pelindung diri yang disarankan untuk pekerjaan pengelasan adalah seperti gambar berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSJbk7_uTvI/AAAAAAAAAAY/WN-OuIBV-7k/s1600-h/Pakaian+Welder+yg+baik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 251px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSJbk7_uTvI/AAAAAAAAAAY/WN-OuIBV-7k/s320/Pakaian+Welder+yg+baik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269875204115287794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain bahaya di atas masih ada lagi potensi bahaya berdasarkan lokasi kerjanya, misalnya melakukan pengelasan di ketinggian, dibawah tanah, di bawah permukaan air, danlainnya. Untuk lokasi kerja khusus, maka alat pelindung diri yang digunakan juga kusus sesuai dengan lokasi kerjanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-7613451283232099972?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/7613451283232099972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=7613451283232099972' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/7613451283232099972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/7613451283232099972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/11/personal-protection-equipment-atau-alat.html' title='Personal Protection Equipment atau Alat Pelindung Diri'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSJbk7_uTvI/AAAAAAAAAAY/WN-OuIBV-7k/s72-c/Pakaian+Welder+yg+baik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-6475152118125378727</id><published>2008-11-06T22:37:00.005+07:00</published><updated>2008-11-17T14:03:30.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hazard Assessment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety'/><title type='text'>Hazard Assessment</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hazard adalah sesuatu yang berpotensi menimbulkan kerugian. Kerugian yang dimaksud disini bias berupa kerugian materi, kesehatan dan lainnya. Sedangkan sesuatu yang berpotensi dapat berupa material, kondisi, mesin danlainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dunia kerja, hazard selalu ada, dan tidak mungkin dihilangkan. Seperti contoh jika anda bekerja dengan mesin, maka potensi menimbulkan kerugian tersebut adalah, putaran, bunyi dan lainnya. Anda tidak mungkin menyingkirkan mesin tersebut untuk menghilangkan bahaya yang mungkin timbul. Dan juga tidak mungkin untuk mematikan alat mesin tersebut, sementara anda memang digaji untuk mengoperasikan mesin tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang harus kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang harus dilakukan adalah mengontrol potensi bahaya yang ada. Dalam usaha pengontrolan bahaya bisa dilakukan dengan memproteksi diri anda sendiri misalnya memakai alat pelindung diri (Personal Protection Equipment/PPE) atau mengontrol alat yang dioperasikan. Untuk mengetahui pengontrolan bahaya yang paling tepat dan baik untuk diterapkan ditempat kerja tersebut maka diperlukan proses atau tahapan Hazard Assessment.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hazard assessment diperlukan untuk menentukan bahaya di tempat kerja meliputi, impact hazards, penetration hazards, compression hazards, chemical hazards, heat, harmful dust, optical radiation, biological hazards, noise hazards, electrical hazards dan banyak lagi.&lt;br /&gt;Dengan mengetahui potensi bahaya yang ada, maka pengontrolan terhadap bahaya menjadi lebih mudah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hazard assessment dan pengontrolannya harus menjadi bagian dari Pekerjaan Program Kesehatan dan Keselamatan kerja pada setiap tempat kerja. Tujuan Utama Program Kesehatan dan Keselamatan kerja adalah untuk mencegah penyakit atau cedera dari pekerja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hazard Assessment  dilakukan harus:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyeluruh, komprehensif dan disusun dengan melibatkan semua pekerja &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasang dibuat secara tertulis dan tersedia bagi semua pekerja &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ditinjau kembali secara wajar pada interval waktu tertentu, atau ketika ada proses kerja baru atau tempat kerja baru, atau ketika proses kerja mengalami perubahan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pekerja yang terlibat dalam suatu pekerjaan, harus melakukan Hazard Assessment di tempat kerja mereka; apakah kawasan yang merupakan laboratorium komputer, laboratorium, atau field area. Setelah ditentukan apa saja potensi bahaya yang mungkin terjadi, selanjutnya adalah mengambil langkah-langkah yang diperlukan baik untuk menghilangkan atau mengontrol bahaya. Hazard Assessment harus didokumentasikan secara tertulis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-6475152118125378727?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/6475152118125378727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=6475152118125378727' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/6475152118125378727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/6475152118125378727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/11/hazard-assessment.html' title='Hazard Assessment'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-5690638495996979341</id><published>2008-10-27T20:46:00.003+07:00</published><updated>2008-10-27T21:08:54.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Environment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety'/><title type='text'>Asbes dan Masalahnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asbes dipakai secara ekstensif sebagai bahan bangunan di Inggris Raya dari 1950s hingga pertengahan-1980-an. Bahan ini dipakai untuk berbagai tujuan berbeda dan sangat ideal untuk fireproofing dan isolasi. Berbagai tipe gedung yang  dibangun sebelum tahun 2000 (rumah, pabrik, jabatan, sekolah, rumah sakit dll) kemungkinan besar mengandung asbes.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilihat dari sudut pandang ilmu kimia, asbes adalah suatu zat yang terdiri dari Magnesium-Calsium-Silikat berbangun serat dengan sifat fisik yang sangat kuat. Bahan galian penghasilnya adalah mineral jenis aktinolit dan krisatil yang berserabut. Krisatil menempati sekitar 95% persediaan asbes dunia. Tiga&lt;br /&gt;perempatnya ditambang di Provinsi Quebec, Kanada. Deposit besar lainnya berada di Afrika Selatan dan negara-negara bekas Uni Sovyet. Asbes dapat diperoleh dengan berbagai metode penambangan bawah tanah, namun yang paling umum adalah melalui penambangan terbuka (open-pit mining).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asbes tampil dalam berbagai bentuk bahan bangunan dan produk jadi berupa rumah rakit (pre-fab). Sebagai bahan bangunan, asbes dibuat dengan cara mencampurkan asbestos dengan komposisi 15% dan semen dengan komposisi 85%. Bahan ini dapat pula disemprotkan atau sebagai bahan plester pada permukaan dinding maupun langit-langit (acoustical plaster). Asbes berperan sebagai bahan bangunan yang sangat berguna dan diminati banyak orang sehingga bahan itu hadir di berbagai tempat seperti rumah tinggal, sekolahan, bangunan perkantoran, serta bangunan-bangunan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun akhir-akhir ini  asbes banyak dipermasalahkan di beberapa negara, karena penggunaan Asbes telah banyak menimbulkan kematian pada korban. Contoh kasus di Negara Jepang, akibat menghirup udara yang tercemar Asbes, 500 orang meninggal dunia pada tahun 1995, dan meningkat menjadi 878 orang pada tahun 2003, sehingga pemerintah Jepang melarang penggunaan Asbes. Dalam setahun belakangan ini pemerintah Jepang sangat gencar melakukan penggantian material berbahan asbes.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses keracunan Asbes tidak terjadi secara seketika, racun Chrysotile akan menyerang manusia secara akumulatif, proses terinfeksi Chrysotile akan memicu terjadi kanker pada manusia dalam waktu puluhan tahun kemudian, ketika korban secara terus-menerus menghirup debu asbes yang mengandung Chrysotile maka korban akan terkena penyakit kanker, yang bisa menyebabkan kematian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum bahan asbes yang masih dalam keadaan baik, aman bagi manusia. Namun jika asbes tersebut rusak inilah yang menjadi masalah, karena kerusakan asbes akan diikuti dengan munculnya serat asbes yang beterbangan di udara.  Serat asbes sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, namun hal ini kurang disadari oleh masyarakat pemakainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak negara yang sudah melarang penggunaan asbes. Namun demikian untuk bidang industri, asbes masih banyak digunakan untuk berbagai keperluan, sebagai bahan isolasi dan lain-lain. Karena dipercaya sampai saat ini asbes bisa berfungsi sebagai insulator yang baik terutama untuk mengisolir pipa-pipa yang panas, bejana-bejana, dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat potensi bahaya yang cukup besar, sementara bahan tersebut masih banyak digunakan, apa yang harus kita lakukan untuk melindungi diri kita dari paparan serat asbes terutama pada saat anda harus bekerja dengan bahan tersebut? Anda harus melindungi diri anda dari paparan serat asbes yang timbul akibat pekerjaan pemasangan, perbaikan asbes, karena resiko yang anda hadapi jauh lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang hanya terpapar oleh serat asbes yang beterbangan diudara dengan kadar atau konsentrasi yang rendah. Alat pelindung diri yang harus anda gunakan adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masker (bukan sekedar saputangan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakaian kerja yang khusus anda gunakan untuk bekerja dengan bahan asbes. Dengan spesifikasi, barbahan katun, lengan panjang dengan kancing yang lengkap sampai ke leher. Yang terbaik adalah coverall.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan kacamata safety (safety glass/safety google).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakailah sarung tangan.&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah anda bekerja dengan asbes, sebaiknya pakaian kerja yang anda kenakan langsung dicuci (dibasahi) sehingga serat asbes yang mungkin menempel tidak beterbangan keman-mana. Jangan sekali-kali membawa pulang baju kerja yang penuh serat asbes ke rumah anda, guna menghindari penyebaran serat asbes. Jika anda akan melanjutkan pekerjaan dengan bahan asbes, gunakan masker yang baru.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, untuk meminimalisir dampaknya ke lingkungan sekitarnya, pada saat anda melakukan pekerjaan dengan bahan asbes, usahakan area kerja anda tertutup atau anda isolir sehingga serat asbes yang muncul akibat pekerjaan tersebut tidak beterbangan ke lingkungan. Walaupun paparannya kecil, namun hal ini sangat membahayakan pada waktu yang cukup lama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga kita semakin menyadari aspek &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;keselamatan kerja&lt;/span&gt; dalam melakukan pekerjaan kita sehari-hari. Ingat penyakit akibat kerja yang menanggungnya adalah kita sendiri. Perusahaan hanya mengeluarkan biaya untuk pengobatan dan perawatan kita. Namun yang merasakan sakitnya adalah kita sendiri. Jadi, aturan keselamatan kerja bukan ditujukan untuk perusahaan, tetapi lebih ditujukan untuk melindungi anda sebagai pekerja dari segala kemungkinan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;penyakit akibat kerja&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kecelakaan kerja&lt;/span&gt; lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-5690638495996979341?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/5690638495996979341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=5690638495996979341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/5690638495996979341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/5690638495996979341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/10/asbes-dan-masalahnya.html' title='Asbes dan Masalahnya'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-3679088881293706135</id><published>2008-10-05T16:29:00.002+07:00</published><updated>2008-10-05T16:42:06.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety Awareness'/><title type='text'>Safety Awareness as Building New Visitor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika anda berada atau mengunjungi suatu tempat seperti Mall, Hotel, Rumah Sakit, apa yang seharusnya pertama sekali anda harus ketahui ? Seharusnya yang anda lakukan pertama sekali adalah membaca atau mencari informasi tentang petunjuk keselamatan di tempat tersebut. Hal ini sangat jarang bahkan mungkin sering dilupakan oleh banyak orang. Dapat anda bayangkan, jika terjadi sesuatu hal seperti kebakaran, atau kecelakaan lain, kemana anda harus keluar, apa yang harus anda lakukan ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat-tempat seperti mall, hotel, rumah sakit merupakan tempat yang asing bagi kita. Kadang-kadang kita sangat sulit untuk mencari jalan keluar pada saat pertama sekali mengunjungi suatu tempat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya biasakan untuk melakukan hal-hal berikut ini :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perhatikan pintu utama dan pintu-pintu darurat dari gedung tersebut dan usahakan untuk mengingatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pastikan anda bisa menentukan bagian depan, belakang, samping kiri, dan samping kanan dari gedung tersebut. Pada saat emergency biasanya petugas gedung akan mengarahkan pengunjung ke sesuatu tempat dan biasanya hanya diberi petunjuk dengan kalimat ”Pengunjung jangan panik, tetap tenang dan keluar dengan tertib melalui pintu darurat yang berada disebelah kanan gedung”. Bisa anda bayangkan jika anda tidak mengetahui arah yang dimaksud.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika anda menginap disebuah hotel, biasanya dibelakang pintu kamar anda terdapat petunjuk lakosi kamar anda pada saat itu dan emergency exit yang tersedia dilantai tersebut. Juga tersedia petunjuk keselamatan disetiap kamar, bacalah dengan seksama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ingat nomor telpon emergency untuk gedung tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yakinkan anda mengetahui dengan pasti fasilitas emergency yang tersedia, seperti alat pemadam api ringan, lokasi selang pemadam kebakaran jika ada, lokasi tombol Alarm dan cara pengoperasiannya atau lokasi telpon untuk kondisi emergency.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Patuhi semua aturan keselamatan yang ada di tempat yang anda kunjungi, seperti larangan merokok di tempat tertentu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan merusak atau memanipulasi fungsi sensor-sensor keselamatan yang tersedia, seperti smoke detector.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika masih ada yang belum termasuk dalam list di atas, silakan rekan-rekan mengomentarinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-3679088881293706135?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/3679088881293706135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=3679088881293706135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/3679088881293706135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/3679088881293706135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/10/safety-awareness-as-building-new.html' title='Safety Awareness as Building New Visitor'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-5279172522477336558</id><published>2008-09-27T22:39:00.003+07:00</published><updated>2008-09-27T23:14:53.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electrical'/><title type='text'>Mandi Air Hangat, Bisa Celaka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mandi menggunakan air hangat adalah hal yang sangat menyenangkan, selain dapat menghilangkan capek mandi menggunakan air hangat juga memiliki banyak manfaat. Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik.&lt;br /&gt;Namun demikian dari sekian banyak manfaatnya, ada hal yang penting yang harus anda lakukan sebelum anda mandi. Hal ini untuk menghindari kecelakaan yang dapat berakibat fatal bahkan kematian. Ini menyangkut sumber air panas yang akan digunakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemakaian pemanas air menggunakan tenaga listrik sudah sangat populer, selain harganya yang mulai terjangkau, dan sangat mudah dalam pengoperasiannya. Anda tidak perlu lagi repot-repot merebus air terlebih dahulu untuk bisa mandi dengan air hangat. Akan tetapi perlu diingat bahwa alat ini berpotensi mencelakakan penggunanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan sekedar ilustrasi, tapi ini benar-benar terjadi. Seorang pekerja perusahaan besar ditemukan tewas dikamar mandi ketika sedang mandi pagi di sebuah hotel berbintang di kota C beberapa tahun yang lalu. Hasil investigasi ditemukan bahwa alat pemanas di hotel tersebut sedang mengalami kerusakan sehingga arus listrik yang seharusnya ubah menjadi energi panas malah mengalir ke air yang sedang dipanaskan. Akibatnya, korban tersengat arus listrik dari air hangat yang mengguyur tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana cara menghindari hal ini terjadi pada kita? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan sebelum menggunakan air hangat dari sumber pemanas listrik :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jangan langsung menggunakan shower yang mengalirkan air panas. Lakukan test kecil terhadap aliran air tersebut dengan cara menyentuh sebagian kecil dari aliran air tersebut atau pada keran yang terbuat dari bahan metal. Jika tidak ada sengatan berarti aman untuk digunakan. Perlu diperhatikan sentuhlah dengan punggung tangan anda JANGAN dengan telapak tangan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jika anda menggunakan bathtub, anda masih bisa menggunakan air yang tertampung untuk berendam walaupun pada saat anda melakukan test anda dapati sengatan listrik. Caranya, isi bathtub anda sampai level yang anda butuhkan, tutup keran airnya dengan kencang sehingga tidak ada lagi air yang menetes. JANGAN berendam dulu sebelum kerannya ditutup.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jika alat pemanas yang rusak tersebut di rumah anda, segera perbaiki peralatan pemanas tersebut. Jika hal ini terjadi di hotel tempat anda menginap, segera laporkan kepada pengelola hotel tentang kerusakan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Periksalah peralatan pemanas anda secara berkala, untuk menghindari terjadinya kerusakan alat tersebut. Karusakan alat tersebut bisa membuat anda celaka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika anda sudah melakukan hal-hal tersebut di atas, selamat mendapatkan manfaat mandi dan berendam dengan air hangat dengan aman dan selamat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nama korban dan hotel tempat kejadian tersebut diatas sengaja tidak kami publikasikan. Karena semua hotel yang menggunakan peralatan pemanas listrik memiliki potensi yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-5279172522477336558?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/5279172522477336558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=5279172522477336558' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/5279172522477336558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/5279172522477336558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/09/mandi-air-hangat-bisa-celaka.html' title='Mandi Air Hangat, Bisa Celaka'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-5096247232424755530</id><published>2008-09-25T22:39:00.010+07:00</published><updated>2008-11-17T14:09:56.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rokok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Hadiah Berhenti Merokok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini bukan hadiah langsung berupa uang ataupun yang lainnya. Juga bukan merupakan program dari lembaga tertentu yang sedang mengkampanyekan No Smoking, tetapi hadiah ini adalah berupa manfaat langsung yang akan dirasakan oleh tubuh jika anda menghentikan kebiasaan merokok.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadiahnya adalah seperti berikut :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhenti merokok selama 20 menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhenti merokok selama 8 jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam darah turun setengahnya. Kandungan oksigen kembali normal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhenti 24 jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kandungan karbon monoksida akan hilang. Paru-paru mulai membersihkan lendir dan zat-zat lain akibat rokok.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhenti 48 jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak ada lagi nitkotin yang tersisa dalam tubuh. Kemampuan penciuman dan merasakan meningkat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhenti 72 jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernafasan lebih baik, saluran kea rah paru-paru mulai bekerja pada level normal dan level energi tubuh meningkat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhenti 2-12 minggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sirkulasi darah semakin baik&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhenti 9 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah pernafasan (batuk-batuk, nafas terengah-engah) dapat diatasi karena fungsi paru-paru meningkat 10 %.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhenti 1 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Resiko serangan jantung berkurang setengahnya dari orang yang merokok.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhenti 15 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Resiko serangan jantung berkurang menjadi sama dengan seseorang yang tidak pernah merokok.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;So....Tinggal pilih hadiah yang paling cocok buat anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-5096247232424755530?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/5096247232424755530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=5096247232424755530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/5096247232424755530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/5096247232424755530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/09/hadiah-berhenti-merokok.html' title='Hadiah Berhenti Merokok'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4301924829354351713.post-8094087257604135334</id><published>2008-03-22T21:58:00.001+07:00</published><updated>2008-09-21T20:58:19.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medicine'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Insomnia'/><title type='text'>Insomnia Solution</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Insomnia is a complex disorder often classified as one of many sleep disorders. Insomnia is a condition in which you have trouble falling or staying asleep. Some people with insomnia may fall asleep easily but wake up too soon. Other people may have the opposite problem, or they have trouble with both falling asleep and staying asleep. The end of result is poor-quality sleep that doesn’t leave you feeling refreshed when you wake up. Insomnia there is nothing worse than not being able to get to sleep.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;To get the solution related to insomnia, many people trying various way to solve the problem whether by using the expensive methods or other ways. Ambien is the most effective sleeping prescription medicine. It has been clinically proven can beat insomnia and restore sleep to you and work really fast.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;In clinical studies, people suffering from insomnia took Ambien. The results of these studies showed that Ambien improved: the ability to get to sleep, the ability to stay asleep for longer, and the quality of life once sleep was restored.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Using the sleep medicine without the doctor guide will make a side effect, because the all sleep medicine can produce dependence. Like the other sleep medicine, Ambien also probably produce side effect.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The ambien side effects including :&lt;br /&gt;a general feeling of drowsiness that does not clear quickly.&lt;br /&gt;slight trembling in your limbs&lt;br /&gt;problems with your digestive system&lt;br /&gt;any sensations of burning or tingling, muscular aches or pain in your neck and back;&lt;br /&gt;any unusual dreams; or&lt;br /&gt;heavy menstrual bleeding.&lt;br /&gt;In rare cases, you may experience more serious symptoms of swelling, difficulty in breathing and chest pains. In all such cases, call a doctor immediately.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4301924829354351713-8094087257604135334?l=fansanova-health.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fansanova-health.blogspot.com/feeds/8094087257604135334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4301924829354351713&amp;postID=8094087257604135334' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/8094087257604135334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4301924829354351713/posts/default/8094087257604135334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fansanova-health.blogspot.com/2008/03/insomnia-solution.html' title='Insomnia Solution'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
